Pages

Rabu, 03 Agustus 2011

Sopan Santun Adab Bertamu

 Dalam adab dan etika bertamu banyak ketentuan dan tata cara yang secara tidak langsung sudah diatur secara turun menurun sejak dulu oleh pendahulu-pendahulu kita. Mengenai aturan yang tersurat dan tersirat bagi Indonesia yang memiliki ragam budaya tentu adab  etika kesopanan akan senantiasa terjaga hingga sekarang. Bagaimana aturan tak tertulis itu terwarisi secara otomatis dengan peri laku pendahulu kita yang dari sering melihat, akhirnya menjadi biasa dan sekaligus terbiasa adab etika itu kita lakukan. Sebagai mana contoh berikut.



Untuk tamu
- Hendaknya memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur/halangan,
- Hendaknya tidak membedakan antara undangan orang fakir dengan undangan orang yang kaya, karena tidak memenuhi undangan orang faqir itu merupakan pukulan (cambuk) terhadap perasaannya
- Apabila kita sedang berpuasa sekalipun, diharapkan hadir.
- Jangan terlalu lama menunggu di saat bertamu karena ini memberatkan yang punya rumah juga jangan tergesa-gesa datang karena membuat yang punya rumah kaget sebelum semuanya siap. Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari, kecuali kalau tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih dari itu.
- Hendaknya pulang dengan hati lapang dan memaafkan kekurang apa saja yang terjadi pada tuan rumah.
- Hendaknya mendo`akan untuk orang yang mengundangnya seusai menyantap hidangannya.
- Tidak Mengintai Ke Dalam Bilik. Jika kita hendak bertamu dan telah sampai di halaman rumah, tidak diizinkan mengintip melalui jendela atau bilik, walaupun tujuannya ingin mengetahui penghuninya ada atau tidak. Tindakan ini sangat dilarang dan mempunyai ancaman yang sangat keras.
- Tidak Masuk Rumah Walaupun Terbuka Pintunya. Kita baru boleh masuk rumah orang lain harus mendapatkan izin dari pemilik rumah.
- Minta Izin Maksimal Tiga Kali. Tamu yang hendak masuk di (halaman) rumah orang lain jika telah meminta izin tiga kali, tidak ada yang menjawab atau tidak diizinkan, hendaknya pergi.
- Tidak Menghadap Ke Arah Pintu Masuk. Ketika tamu tiba di depan rumah, hendaknya tidak menghadap ke arah pintu. Tetapi hendaknya dia berdiri di sebelah pintu, baik di kanan maupun di sebelah kiri
- Hendaknya Menyebut Nama Yang Jelas. Ketika tuan rumah menanyakan nama, tamu tidak boleh menjawab dengan jawaban “Saya (sebutkan nama)” atau jawaban yang tidak jelas. Karena tujuan tuan rumah bertanya adalah ingin tahu siapa tamu yang mengunjunginya dan untuk menentukan sikap apakah tamu tersebut boleh masuk atau tidak.

Tuan rumah
- Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan/melupakan orang-orang fakir
- Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akan tetapi niat untuk, syukuran dalam rangka bersyukur atas nikmat yang telah diberikan ALLAH SWT.
- Tidak memaksa-maksakan diri untuk mengundang tamu.
- Jangan anda membebani tamu untuk membantumu, karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan.
- Jangan menampakkan kejemuan/kebosanan terhadap tamu, tetapi tunjukkanlah kegembiraan dengan kahadiran tamu tersebut, diantaranya dengan cara bermuka manis dan berbicara ramah.
- Hendaklah segera menghidangkan makanan untuk tamu, karena yang demikian itu berarti menghormatinya.
- Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hidangan) sebelum tamu selesai menikmati jamuan
- Dianjurkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang baik dan penuh perhatian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar